Aset Provinsi Kalimantan Barat, Makam Juang Mandor Sangat Memprihatinkan

Aset Provinsi Kalimantan Barat, Makam Juang Mandor Sangat Memprihatinkan
Share It !

Suaraborneosatu.com-Mandor– Ucak Suherman selaku juru kunci Makam Juang Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak, sudah puluhan tahun dan dua puluh empat jam melihat, mendengar, dan menjaga kawasan Makam Juang Mandor.
Sabtu 10/1/2026.

Beliau juga menjelaskan terkait pintu utama masuk ke Makam Juang Mandor itu Kosong tidak ada petugas penjaga keamanan yang di katakan Satpam untuk pengamanan keluar masuk di area Makam Juang.

Foto: Kondisi Di Kawasan Makam Juang Mandor Kecamatan Mandor Kabupaten Landak.

Pagar besi untuk mengawasi dan mengetahui aktifitas Ilegal dan Legal, Ucak Suherman selaku juru kunci Makam tersebut mengakui, jalur Makam Juang tersebut ada dua (2) jalur, yang satu jalur Ilegal dan yang satunya lagi jalur Legal.

Jalur Ilegal tersebut adalah jalan dinding pagar Makam di jebol untuk keluar masuknya aktifitas Ilegal seperti Tambang, penebangan kayu di kawasan Makam,badan sebagainya.

“Nah ini langsung dilihat dan siapa yang harus bertanggungjawab”ucap Ucak Suherman.

Yang jalan Legal tersebut adalah untuk jalan masuk peziarah berziarah, kawasan makam berjumlah 10 para Raja yang mengorbankan jiwa raga nyawa dan air mata.

Kondisi kawasan Makam tersebut sangat lah memprihatinkan karena jalan masuk peziarah sudah banyak rusak dan bangunan ini sudah puluhan tahun tidak pernah di rawat bahkan ada beberapa atap Makam tersebut terbengkas oleh alam, lebih prihatinnya lagi di area makam tersebut tempat untuk pembuangan sampah.

Ucak Suherman juga memohon dan meminta kepada Bapak Gubernur Provinsi Kalimantan Barat segera melakukan renovasi sebelum terlambat dengan kondisi saat ini.

“Saya mohon kepada Bapak Gubernur Provinsi Kalimantan Barat untuk melakukan bangunan keliling Baras makam juang Mandor di pagar beton setinggi tiga (3) meter untuk keamanan para syuhada”tambah Ucak Suherman.

Peristiwa perang dunia ke dua (2) Tahun 1942 sampai dengan 1945 tentara Jepang telah membunuh secara kejam satu generasi yang berjumlah 21. 037 jiwa selama tiga (3) Tahun intelektual Kalimantan Barat di bunuh dan dibantai, sehingga berdiri lah momen Makam Juang Mandor yang patut kita jaga.

Daryono,spt

Dion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: KONTEN DILINDUNGI !!