MANA AWAL PUASA YANG BENAR DAN KAPAN IDUL FITRI YANG BENAR? INILAH JAWABANNYA!!
Suaraborneosatu.com – Puasa yang benar itu bukan mana yang duluan, yang tgl. 18 atau 19 Februari, juga yang Idul Fitri-nya Jum’at atau Sabtu, tapi yang puasanya diterima oleh Allah SWT.
Diterimanya puasa bukan perkara mudah, tapi sangat sulit, karenanya Rasulullah SAW sudah mewanti-wanti sejak 1400 tahun lalu: “Kam min shāimin laisa lahu min shiyāmihi illal ju’i wal athas.” Betapa banyak dari umatku yang berpuasa, tapi tak dapat apa-apa dari puasanya kecuali haus dan lapar saja.
Kata Imam Ghazali puasa yang begitu adalah puasa yang hanya di fiqh/syariat, yang hanya menahan haus dan lapar, tapi tak menjaga ucapan, pikiran, perasaan dan hatinya dari hal-hal yang merusak puasa, yang hanya meributkan awal puasa dan Idul Fitri-nya dan saling lebih membenarkan diri dan kelompoknya, bukan puasa khawas apalagi khawasul khawas.
Jadi, tak perlu gembira dan merasa lebih benar puasa duluan atau ikut pemerintah, begitu juga Idul Fitri-nya, ikut yang mana. Tak perlu juga ngajak-ngajak orang agar sama dengan kita. Keduanya bukan tanda diterimanya puasa oleh Allah SWT. Kalau mau ngajak, ajaklah dan ingatkan orang pada kualitas puasa yang benar.
Bila umat Islam mayoritas lebih banyak meributkan soal awal puasa atau kapan 1 Syawal, itu karena umumnya ibadah kita baru di tampak lahir, baru hanya di syariat, belum menembus hakikat dan tujuan puasa itu sendiri.*** Wallahu a’lam
Daryono, spt
