Tokoh Melayu Bengkayang Desak Pembangunan Rumah Adat Melayu Segera Direalisasikan
Suaraborneosatu.Com -Bengkayang- Tokoh Penggiat Budaya Sekaligus Satria Pembela Melayu Kabupaten Bengkayang, Nur Agung Laksono, Menyuarakan Harapan Besar Masyarakat Melayu Agar Rumah Adat Melayu Di Kabupaten Bengkayang Segera Dibangun Dan Tidak Terus Menjadi Sekadar Wacana.
Menurut Agung, Masyarakat Melayu Bengkayang Pada Umumnya Sangat Menginginkan Keberadaan Rumah Adat Melayu Sebagai Simbol Identitas, Marwah, Dan Pusat Pelestarian Budaya.
Ia Berharap Pemerintah Daerah, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, Hingga Pemerintah Pusat Dapat Segera Menyikapi Aspirasi Tersebut Secara Serius.
“Kami Masyarakat Melayu di Kabupaten Bengkayang Tentu Sangat Menginginkan Rumah Adat Melayu Cepat Segera Dibangun. Harapan Kami Kepada Pemerintah Daerah, Provinsi, Dan Pusat Agar Segera Menyikapi Apa Yang Menjadi Harapan Masyarakat Melayu Bengkayang,” ujar Agung, Minggu (11/01/2026)
Agung juga Mengingatkan Janji Yang Pernah Disampaikan Oleh Gubernur Kalimantan Barat Terpilih Saat Masa Kampanye Beberapa Tahun Lalu Di Sungai Raya Kepulauan, Yang Kala Itu Menyampaikan Komitmen Terkait Pembangunan Rumah Adat Melayu.
“Sesuai Apa Yang Dijanjikan Saat Gubernur Kalbar Terpilih Berorasi Kampanye Di Sungai Raya Kepulauan Beberapa Tahun Yang Lalu,” Tambahnya.
Lebih Lanjut, Agung Menegaskan Agar Isu Rumah Adat Melayu Tidak Hanya Dijadikan Alat Politik Untuk Menarik Simpati Masyarakat Melayu Saat Musim Kampanye, Namun Harus Benar-Benar Diwujudkan.
“Cerita Rumah Adat Melayu Jangan Cuma Dijadikan Modal Untuk Menarik Simpatik Orang Melayu di Masa Musim Kampanye Saja. Hargailah Kami, Orang Melayu juga Punya Marwah. Jangan Terus-Menerus Hanya Dijanjikan,” Tegasnya.
Sebagai Bentuk Keseriusan dan Kepedulian Terhadap Pelestarian Budaya, Agung Mengungkapkan Bahwa Dalam Waktu Dekat Pihaknya Berencana Melakukan Penggalangan Dana Dengan Melibatkan Seluruh Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang ada Di Kabupaten Bengkayang.
“Kami Akan Merencanakan Penggalangan Dana dengan Melibatkan Semua Ormas di Kabupaten Bengkayang. Selain Menumbuhkan Rasa Kepedulian Sesama Suku Bangsa, ini Juga Menunjukkan Bahwa Di Bengkayang Masih Banyak Orang Yang Peduli Kepada Sesama,” Pungkasnya.
