Karhutla Di Desa Galang Kabupaten Mempawah, Sudah Ada Korban Jiwa

Karhutla Di Desa Galang Kabupaten Mempawah, Sudah Ada Korban Jiwa
Share It !

Suaraborneosatu.com-Mempawah – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang melanda Desa Galang Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Mempawah Kalbar, kini memasuki Pase darurat, peristiwa yang bermula sejak Sabtu (8/2/2026) sore ini tidak hanya menghanguskan belasan hektare lahan gambut, tetapi juga menekan korban jiwa, seorang warga setempat, Hj Pusani (65) dinyatakan meninggal dunia setelah berjuang melawan gangguan pernapasan akibat paparan asap pekat.

Kapolsek Sungai Pinyuh AKP Setyadi, mengonfir Masi bahwa hingga Senin (9/2/2026) luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai 12 hektare dengan kondisi lahan gambut yang kering serta tiupan angin kencang membuat api sangat sulit dikendalikan. Kepulan asap tebal kini tidak hanya menyelimuti lahan, tetapi juga merambah ke jalan raya dan kawasan permukiman, bahkan menciptakan jarak pandang yang sangat terbatas dan membahayakan warga.

Tragedi kesehatan mulai memuncak ketika beberapa warga dilaporkan menderita Infeksi saluran pernapasan Akut (ISPA) Hj Pusani warga RT 04 RW 02 Desa Galang yang mengalami sesak napas parah pada Senin dini hari sekitar pukul 01.00 WIB, meski sempat mendapatkan perawatan di Puskesmas Rawat Inap Sungai Pinyuh dan dirujuk ke RSUD Sudarso Pontianak, namun nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia pada sore harinya sekitar pukul 16.00 WIB.

Kepala Puskesmas Sungai Pinyuh, Afrizal menjelaskan bahwa akibat paparan asap ekstrem menjadi pemicu fatal bagi korban yang memiliki riwayat penyakit asma dan batuk, kejadian ini menjadi peringatan keras bahwa jabut asap Karhutla telah berubah menjadi ancaman yang mematikan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak yang memiliki komorbid pernapasan.

Di lahan operasi pemadaman terus berlanjut meski dihantui berbagai kendala, Kepala Damkar BPBD Kabupaten Mempawah, Desvan menyebutkan bahwa jauhnya sumber air dan sulitnya akses menuju titik api yang ditengah hutan menjadi hambatan utama, bantuan tambahan juga telah di kerahkan oleh PMI Kalimantan Barat yang menurunkan Tim evakuasi, unit ambulans hingga Drone untuk memantau pergerakan api dari udara.

Sebagai bentuk empati, jajaran Polsek Sungai Pinyuh telah mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Dalam kesempatan tersebut AKP Setyadi kembali mengimbau warga agar membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker selama kabur asap masih menyelimuti wilayah mereka.

Hingga saat ini, Tim gabungan yang terdiri dari TNI – Polri, BPBD, Damkar dan relawan masih bersiaga penuh di lokasi guna mencegah api merambat lebih jauh ke rumah – rumah penduduk.

Sementara itu, pihak Kepolisian terus melakukan penyelidikan intensif untuk memastikan apakah kebakaran ini di picu oleh faktor alam atau adanya unsur kesengajaan manusia dalam pembukaan lahan.

Daryono,spt

Dion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: KONTEN DILINDUNGI !!