Bumi Anoa Nusantara Festival Usung “Mangkasara’ Molulo 2026”: Sinergi AMBA SULTRA dan Lembaga Adat Kerajaan Gowa di Kota Makassar
Suaraborneosatu.com – Makassar, – Organisasi Angkatan Muda Bumi Anoa (AMBA) Sulawesi Tenggara terus memperkuat perannya dalam diplomasi kebudayaan tingkat regional dan internasional. Melalui platform panggung Bumi Anoa Nusantara Festival, organisasi yang bermarkas di Kota Kendari ini konsisten menghadirkan wadah taktis untuk mempromosikan kekayaan budaya serta potensi pariwisata Sulawesi ke panggung yang lebih luas. 23 Agustus 2026
Langkah ini menjadi kelanjutan dari rekam jejak diplomasi kebudayaan AMBA SULTRA yang terhimpun dalam International Nusantara Cultural Forum (INCaF) , forum lembaga kebudayaan Nusantara di kawasan ASEAN yang meliputi Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Setelah sukses membangun sinergi dan kerja sama kebudayaan di Kuala Lumpur dan Selangor Darul Ehsan pada November 2025, AMBA SULTRA kini melebarkan sayap kolaborasinya ke Sulawesi Selatan.
Pada gelaran kali ini, Bumi Anoa Nusantara Festival digandengkan dengan kerja sama strategis bersama Lembaga Adat Kerajaan Gowa (LAKG), salah satu lembaga pelestari warisan sejarah dan tradisi Kerajaan Gowa sebagai kerajaan terbesar di Indonesia Timur.
Sambutan positif atas kolaborasi ini disampaikan langsung oleh Putra Mahkota Kerajaan Gowa, PYM Andi Muhammad Imam Daeng Situju bin Andi Kumala Idjo Daeng Sila Karaengta Lembang Parang Sultan Malikussaid II Batara Gowa III, kepada Ketua Umum Angkatan Muda Bumi Anoa Sulawesi Tenggara (AMBA SULTRA INDONESIA), YM Stenly Diover. Dukungan penuh dari pilar adat Kerajaan Gowa ini kian memperkuat fondasi kebersamaan dalam melestarikan nilai-nilai leluhur Nusantara.
Kolaborasi kebudayaan bertajuk Mangkasara’ Molulo 2026 ini juga didukung penuh oleh berbagai organisasi kebudayaan lokal di Kota Makassar dan sekitarnya, seperti Divisi Seni Budaya Mabes Kiwal Garuda Hitam MPW Sulawesi Selatan, Sulawesi Bersatu Sipakatauki, serta Lembaga Pakarena Pusaka Leluhur Nusantara.
Pemilihan Kota Makassar sebagai lokasi penyelenggaraan merupakan strategi terencana AMBA SULTRA. Sebagai metropolitan terbesar di Indonesia Timur, Makassar dinilai memiliki posisi yang sangat strategis untuk dijadikan hub dan panggung utama dalam menggaungkan daya tarik wisata serta warisan budaya kawasan timur Nusantara.
Festival kolaboratif ini dijadwalkan berlangsung pada 29 Agustus 2026 bertempat di ikon Kota Makassar, Anjungan Pantai Losari. Event ini tidak hanya menyajikan perpaduan seni tradisi Bugis, Makassar, dan Sulawesi Tenggara, tetapi juga dihadiri langsung oleh delegasi lembaga kebudayaan anggota INCaF dari berbagai negara ASEAN.
Melalui keberlanjutan Bumi Anoa Nusantara Festival, AMBA SULTRA optimis kolaborasi lintas daerah dan antarnegara ini mampu mempererat silaturahmi kebudayaan sekaligus membangkitkan sektor pariwisata Sulawesi di kancah global.
Pewarta: Robby
Editor: Daryono,spt
