Banjir Bandang Terjang Pasar Bawah Serbelawan, Warga Curigai Air Berbau Limbah, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah

Banjir Bandang Terjang Pasar Bawah Serbelawan, Warga Curigai Air Berbau Limbah, Kerugian Diperkirakan Ratusan Juta Rupiah
Share It !

Suaraborneosatu.com – Serbelawan,-  – Banjir bandang kembali menerjang kawasan Pasar Bawah, Kelurahan Serbelawan, Kabupaten Simalungun, pada Kamis malam (30/7/2026) sekitar pukul 22.00 WIB. Peristiwa ini disebut-sebut sebagai banjir terparah sejak kejadian serupa yang terjadi pada tahun 2017, karena debit air yang datang jauh lebih besar dan merendam permukiman warga dalam waktu singkat.

Air baru mulai surut sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Namun, banjir meninggalkan dampak yang cukup serius berupa tumpukan lumpur di sejumlah rumah warga, kerusakan perabotan rumah tangga, serta aktivitas ekonomi masyarakat yang lumpuh akibat genangan air.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu utama banjir. Sistem drainase yang ada dinilai tidak mampu menampung volume air sehingga luapan dengan cepat menggenangi kawasan pasar dan permukiman di sekitarnya.
Akibatnya, ratusan warga terdampak harus berupaya menyelamatkan barang-barang berharga mereka dari genangan air.

Sejumlah rumah mengalami kerusakan, sementara akses menuju pusat aktivitas ekonomi warga sempat terputus selama banjir berlangsung.
Kerugian materi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Selain kehilangan harta benda, warga juga dihadapkan pada ancaman gangguan kesehatan akibat sisa lumpur dan kondisi lingkungan pasca banjir.
Di tengah proses pembersihan, muncul keluhan dari sejumlah warga terkait kondisi air banjir yang dinilai berbeda dari biasanya. Beberapa warga mengaku mencium aroma yang diduga menyerupai limbah yang terbawa dari arah hulu.

Salah seorang warga yang akrab disapa Bang Amat mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kualitas air yang menggenangi permukiman.
“Air yang datang kali ini terasa berbeda. Ada bau yang kami curigai seperti getah atau limbah dari arah PT Bridgestone Dolok Melangir. Kami khawatir jika kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan masyarakat ke depannya,” ujarnya.

Pernyataan tersebut merupakan dugaan dan kekhawatiran warga yang berharap adanya pemeriksaan lebih lanjut oleh instansi berwenang untuk memastikan kondisi air banjir dan menghindari potensi risiko kesehatan bagi masyarakat.
Sementara itu,

Media KPKTIPIKOR mengaku telah berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak PT Bridgestone Dolok Melangir terkait dugaan yang disampaikan warga. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan maupun keterangan resmi dari pihak perusahaan.
Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait segera melakukan penanganan pasca banjir, termasuk membersihkan kawasan terdampak, mengevaluasi sistem drainase, serta melakukan pengujian kualitas air guna memastikan keamanan lingkungan bagi warga.

Hingga saat ini, warga masih bergotong royong membersihkan rumah dan lingkungan sekitar sembari berharap adanya perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

Pewarta: M. Ihsan

Editor: Daryono,spt

Dion

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: KONTEN DILINDUNGI !!