Jembatan Balai Sepuak Rusak Parah, Warga Desak Pemkab Sekadau Segera Lakukan Perbaikan

Suaraborneosatu.com (SEKADAU) – Kondisi Jembatan yang ada di Desa Balai Sepuak, Kecamatan Belitang Hulu, Kabupaten Sekadau yang menjadi akses vital bagi warga, kini semakin mengkhawatirkan.
Jembatan yang berlantai papan kayu ini tampak rusak parah, memicu kekhawatiran serius akan keselamatan pengguna jalan. Dimana, foto-foto yang menunjukkan kondisi mengenaskan jembatan ini viral setelah diunggah di media sosial Facebook “Balai Sepuak Informasi.”
Gambar yang beredar memperlihatkan lantai jembatan yang terbuat dari papan kayu sudah lapuk, berlubang, dan tidak rata. Beberapa papan bahkan terlihat patah dan nyaris terlepas, hanya ditambal seadanya.
Meskipun dalam kondisi yang sangat membahayakan, jembatan ini tetap menjadi satu-satunya jalur penghubung yang digunakan oleh berbagai jenis kendaraan, mulai dari sepeda motor hingga truk besar.
“Setiap kali melintas di jembatan ini, kami selalu was-was. Lantainya banyak yang bolong dan papan kayunya sudah rapuh. Kami takut jembatan ini bisa ambruk kapan saja,” ujar seorang warga setempat.
Kondisi ini tidak hanya membahayakan nyawa, tetapi juga mengganggu mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Jembatan ini merupakan urat nadi bagi warga untuk mengangkut hasil pertanian dan melakukan kegiatan sehari-hari.
Menanggapi situasi ini, warga berharap pemerintah daerah, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sekadau, diminta untuk segera mengambil langkah konkret.
Perbaikan atau pembangunan kembali jembatan ini menjadi desakan utama untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan memastikan kelancaran transportasi di wilayah tersebut. Warga berharap agar pemerintah tidak menunggu hingga terjadi korban jiwa untuk melakukan perbaikan.
Sementara itu, saat dikonfirmasi kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sekadau Heri Handoko menyebutkan bahwa untuk saat ini anggaran untuk memperbaiki jembatan tersebut belum ada. Selama ini kata dia perbaikan jembatan tersebut bantu oleh pihak perusahaan perkebunan yang ada di daerah tersebut.
“Untuk anggarannya kita belum ada, namun selama ini, perbaikan jembatan tersebut dibantu oleh pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di daerah itu,” katanya.*
