Neneng,S.Sos.,M.Sos Pimpin Perhimpunan Perempuan Dayak Kabupaten Bengkayang
Suaraborneosatu.com – Bengkayang. Pelantikan dan Pengukuhan Kepengurusan Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Bengkayang periode 2026-2031 dilaksanakan di rumah adat Dayak Ramin Bantang. Kamis, (24/10/2026).
Ketua Perhimpunan Perempuan Dayak Provinsi Kalimantan Barat, Dra.Fransiska Editawaty Soeryamassoeka, dalam sambutannya menyambut baik dengan terbentuknya Kepengurusan P2D Kabupaten Bengkayang.
“16 Tahun yang lalu sudah terbentuk di Kabupaten Bengkayang, namun terjadi kendala. Ketua terpilih 16 tahun lalu sebelum pelantikan dan pengukuhan mengalami sakit keras dan pada akhirnya meninggal dunia, sehingga baru sekarang terbentuk dan terlaksana pelantikan serta pengukuhan resmi,” jelasnya
Faransiska mengapresiasi kepada Ibu Neneng, S.Sos., M.Sos yang bersedia menjadi ketua sekaligus motor penggerak organisasi sosial P2D.
“Kita berterima kasih, Ibu Neneng mau menjadi motor penggerak. Karena susah sekali mencari orang yang benar-benar mau bekerja tampa pamrih, apalagi ini organisasi sosial,” imbuhnya.

Ketua Perhimpunan Perempuan Dayak (P2D) Kabupaten Bengkayang, Neneng, S.Sos., M.Sos berterima kasih atas terlaksananya acara pelantikan serta pengukuhan Kepengurusan P2D Periode 2026-2031.
“Terima kasih kepada undangan yang dapat hadir di acara pelantikan dan pengukuhan Perhimpunan Perempuan Dayak, ini merupakan sejarah bagi kami bisa membuka pikiran dan hati sebagai perempuan Dayak di Kabupaten Bengkayang. Saya sebagai ketua terpilih membawa teman-teman untuk bergabung, memberikan motivasi dan juga membangkitkan semangat perempuan-perempuan Dayak yang ada di Kabupaten Bemgkayang ini. Kita sebagaia perempuan bukan hanya mengurus rumah tangga saja, tapi ikut juga membangun di lingkungan masyarakat seperti aktif dalam perekonomian UMKM. Bukan hanya laki-laki, Perempuan juga bisa menjadi sandaran ekonomi keluarga,” tegasnya.
Lanjut Neneng, “Melalui Perhimpunan Perempuan Dayak, kita kembali mempopulerkan Bahasa Ibu (Bahasa daerah,-red) agar jatidiri budaya kita tidak hilang. Wajib membudayakan Bahasa leluluhur agar tidak hilang di anak cucu kita nanti. Kemudian kita membangun kemampuan perempuan Dayak melalui wadah organisasi ini untuk lebih kreatif dalam mencari peluang ekonomi dalam mengatur rumah tangganya,” ujar Neneg.
Maraknya Hiburan Malam “Ganjur” Yang Melibatkan banyak Kaum Perempuan dan Anak di Bawah Umur?
Neneng merespon maraknya hiburan malam yang hampir setiap hari ada di wilayah Kota Bengkayang. Neneng menghibau agar peran perempuan sebagai benteng keluarga bisa terwujud melalui organisasi yang di pimpinnya.
“Memang kita tau hiburan malam hampir setiap hari ada saja. Kita tidak bisa juga melarang apabila kegiatan hiburan malam tersebut sudah mengantongi izin dari pihak berwenang. Kita hanya bisa membentengi diri kita dan keluarga. Maka dari itu perlu kesadaran dari keluarga dulu, agar saling mengingatkan. Hiburan boleh saja asal jangan bablas, harus tau diri dan tau lingkungan. Khusus untuk anak-anak cewek, perlu kontrol orang tua agar tidak keluyuran diatas jam 12 malam,” tegasnya.
(Red)
