PMII Gelar Seminar Al-Qur’an Warnai Rangkaian MTQ ke-34 Kalimantan Barat di Kayong Utara

PMII Gelar Seminar Al-Qur’an Warnai Rangkaian MTQ ke-34 Kalimantan Barat di Kayong Utara
Share It !

Suarasatuborneo.com – Kayong Utara, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar Seminar Al-Qur’an dalam rangkaian Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2026 di Kabupaten Kayong Utara, Sabtu (8/8/2026). Kegiatan berlangsung di Balai Praja Kantor Bupati Kayong Utara.

Seminar tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, LPTQ, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, serta tamu undangan lainnya. Kegiatan menghadirkan dua pemateri, yakni Prof. Dr. H. Ibrahim, S.Ag., M.A., Guru Besar Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam dan Antarbudaya pada Institut Agama Islam Negeri (IAIN), serta Dr. H. Harjani Hefni, Lc., M.A., selaku Imam Besar Masjid Raya Mujahidin Pontianak.

Ketua PMII, Firmansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa keterbatasan perguruan tinggi di Kabupaten Kayong Utara tidak menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi bagi daerah.

Walaupun di Kayong Utara belum terdapat kampus, mahasiswa tidak boleh gentar dan patah semangat. Mahasiswa Kayong Utara yang berkuliah di Ketapang, Pontianak, bahkan di luar Kalimantan, tetap dapat berkontribusi melalui PMII. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tetap memiliki kepedulian untuk membangun daerah sekaligus menumbuhkan nilai-nilai Al-Qur’an,” ujar Firmansyah.

Sementara itu, Wakil Bupati Kayong Utara, Amru Chanwari, yang sekaligus membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi kepada PMII dan mahasiswa yang tetap berinisiatif melaksanakan kegiatan keislaman meskipun di Kayong Utara belum terdapat perguruan tinggi.

Ia berharap mahasiswa mampu menjadi teladan melalui dakwah bil hal, yakni menyampaikan nilai-nilai Islam melalui tindakan nyata dan keteladanan.

Saya berharap adik-adik mahasiswa dapat memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat. Menegakkan nilai-nilai Islam tentu memiliki tantangan dan risiko. Namun, yakinlah bahwa apa yang kita lakukan dalam menjalankan keyakinan sebagai umat Muslim merupakan bagian dari tanggung jawab kita,” ungkapnya.

Amru juga mengajak generasi muda untuk terus menggali dan memahami Al-Qur’an agar nilai-nilainya dapat menjadi landasan dalam menghadapi perkembangan zaman dan mendukung kemajuan daerah.

Al-Qur’an adalah pegangan hidup umat Islam dan akan tetap relevan sampai akhir zaman. Karena itu, kita harus terus menggali kandungan Al-Qur’an sehingga apa yang kita pelajari dapat mengimbangi perkembangan dan kemajuan daerah,” katanya.

Ia menilai Seminar Al-Qur’an tersebut merupakan momentum berharga dalam rangkaian MTQ ke-34, sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

Riska

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: KONTEN DILINDUNGI !!